Ajaib, Bahan Ini Ampuh Hilangkan Noda Minyak Membandel Di Pakaian

Saat makan makanan berminyak atau sedang memasak di dapur, baju terkadang jadi korban tetesan minyak dari makanan. Biasanya bekas minyak di pakaian sulit dihilangkan dan akan membekas hingga membuat baju tak lagi bagus. Dicuci pakai deterjen pun tak bisa hilang dengan sendirinya.

Tapi beruntung jika kamu punya kapur di rumah. Kapur apa pun, bisa kapur tulis biasa atau kapur pembasmi serangga, ternyata bisa digunakan menghilangkan noda minyak di pakaian.



Yang kamu butuhkan: Kapur putih

Caranya gampang: Gosokkan kapur ke bagian baju yang terkena minyak hingga tertutupi. Biarkan hingga 1 jam setelahnya. Kemudian cuci seperti biasa dengan deterjen dan keringkan.

Mengapa cara ini berhasil: Kapur akan menyerap minyak yang ada di pakaian sehingga bisa menghilangkan noda minyaknya.

Begitu saja, yang kamu butuhkan hanya kapur dan kemudian kamu bisa mencuci baju yang terkena noda minyak seperti biasa.

Sate Keong, Makanan Bergizi dan Murah

Subono (35), warga Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, kelihatan sepele. Dia hanya berjualan sate keong di beberapa SD di Purwokerto dengan konsumen anak-anak.

Jajanan yang dijual harganya juga sangat murah. Hanya Rp 100 per tusuk. Tetapi pada setiap irisan keong itu terkandung gizi yang tinggi dan sangat baik untuk kesehatan anak.

Besarnya manfaat mengonsumsi keong pernah diungkapkan Prof Dr dr H Mochamad Sja'bani SpPD KGH, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran UGM dan RS Dr Sardjito Yogyakarta, saat mengadakan simposium beberapa bulan lalu.

Menurut dia, keong sawah bermanfaat untuk kesehatan ginjal. Kandungan kalsium pada binatang tersebut tinggi tetapi fosfornya rendah.

"Keong juga bagus untuk orang sehat. Di Jawa Barat, binatang itu menjadi makanan keluarga. Banyak yang berusia 80 dan 90 tahun namun tak pernah sakit pinggang," ujar dia.

Bumbu Murni

Ditemui saat berjualan di depan SD Sokanegara, Subono menyatakan sama sekali tidak memakai bahan kimia dalam memasak keong. Untuk penyedap rasa, dia memakai bumbu dapur murni seperti bawang putih, bawang merah, merica, ketumbar, lengkuas, garam, kecap, dan daun salam.

''Kalau bumbunya kuat, rasanya juga enak dan anak-anak pun senang,'' katanya.

Untuk mendapatkan keong, kadang dia mencari sendiri di sawah namun ada kalanya membeli.

Sebelum dimasak, pertama-tama tubuh keong dikeluarkan dari kepompong. Daging dicuci lalu direbus bersama dengan bumbu. Setelah masak, daging keong itu dibuat sate dengan lidi. Resep Tutut Bumbu Kuning

Dia menjual makanan itu rata-rata 500 tusuk/hari, pada Senin-Kamis. Pada Jumat dan Sabtu lebih sedikit, hanya 300 tusuk karena jam istirahat SD sekali. Dia berjualan di SD Sokanegara, SD Susteran, dan SD Al Irsyad yang lokasinya berdekatan.

Makanan itu dibawa dalam kotak yang tertutup rapat. Di tempat berjualan, kotak itu dibuka hanya saat ada pembeli sehingga makanan tak terkena debu. Dia membawa barang dagangan memakai sepeda jengki dari rumah ke tempat berjualan yang berjarak sekitar empat kilometer.

Subono menyediakan sambal dan kecap. Anak yang suka rasa pedas, akan mencelupkan sate itu ke sambal sebelum dimakan. Kalau ingin rasa asin, sate dicelupkan ke kecap.

Ketika lonceng tanda istirahat berbunyi, tak lama kemudian sebagian siswa SD menyerbu para penjual jajanan, termasuk milik Subono.

''Pak tumbas tigo (Pak beli tiga),'' tutur seorang siswa SD Sokanegara. Tak lama anak-anak lain mengerumuni pria itu.

Tanpa disadari, pria bertubuh kecil itu telah membuat langkah besar, yaitu ikut andil memberikan gizi kepada generasi penerus.